Selasa, 14 April 2015

makalah adaptasi

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan tepat pada waktunya. Makalah ini berjudul “Adaptasi dan Penyebab Kepunahan Spesies”. Makalah ini penulis buat sebagai salah satu syarat kelulusan pada mata kuliah Keanekaragaman Makhluk Hidup.
            Maksud dan tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana ekonomi dalam Islam. Penulis juga berharap dengan adanya makalah ini para pembaca dapat memahami tentang Adaptasi dan Kepunahan spesies.
            Dalam proses pembuatan makalah ini penulis banyak menemui kesulitan dalam menjabarkan materi dan penulis menyadari banyaknya kekurangan dalam penyajiannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan makalah ini kedepan.        

 
                                                                                                    Makassar,    Maret 2015




                                                                                                                Tim Penulis





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan kita tak pernah terlepas dari orang lain, yang mana kita membutuhkan mereka sebagai pelengkap dalam hidup kita, akan tetapi sebelum kitamengenal siapa mereka dan bagaimana mereka kita harus bisa beradaptasi dengan merekatelebih dahulu. Individu merupakan organisme tunggal, tanpa bantuan dari orang lain kita tidak bisa hidup sempurna. Jika diperhatikan hewan-hewan yang ada di sekitar kita, kita akan melihat bahwa setiap hewan diciptakan Tuhan dengan unik. Baik mamalia besar seperti gajah, kerbau, kuda, hingga serangga kecil seperti lebah, kupu-kupu dan belalang diberi tuhan kemampuan dan bentuk tubuh yang paling sesuai dengan tempat dan cara hidupnya. Adaptasi merupakan bentuk penyuasaian yang dilakukan makhluk hidup agar bisa betahan hidup dalam lingkungannya, terlebih lingkungan yang baru, bukan hanya pada manusia saja tetapi juga pada hewan dan juga tumbuhan, mereka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka berada, demi mempertahankan kelangsungan hidup atau dalam mempertahankan hidupnya.
      Salah satu penyebab kepunahan makhluk hidup adalah ketidakmampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya, ketika memindahkan seekor ikan yang diambil dari habitat aslinya ke dalam kolam ikan buatan sendiri. Beberapa hari kemudian ikan yang dipelihara mati. Kematian ikan ini disebabkan ikan tersebut tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Maka jelaslah bahwa makhluk hidup yang tidak beradaptasi dengan lingkungannya akan mengalami kepunahan. Setiap jenis organisme mempunyai dan memerlukan lingkungan untuk hidup di tempat tertentu. Lingkungan atau tempat suatu makhluk hidup biasanya disebut dengan habitat.
     
B. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah pada makalah ini yaitu:
1. Apa pengertian dari adaptasi?
2. Jelaskan jenis- jenis adaptasi?
3. Pengertian Kepunahan Spesies?
4. Apa penyebab terjadinya kepunahan spesies?
5. Cara mengatasi kepunahan spesies
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian adaptasi
2. Mengetahui jenis-jenis adaptasi
3. Mengetahui apa itu kepunahan spesies
4. Untuk mengetahui penyebab terjadinya kepunahan spesies
5. Untuk mengetahui cara mengatasi kepunahan spesies







BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Adaptasi
     Adaptasi merupakan bentuk penyuasaian yang dilakukan makhluk hidup agar bisa bertahan hidup dalam lingkungannya, terlebih lingkungan yang baru, bukan hanya pada manusia saja tetapi juga pada hewan dan juga tumbuhan, mereka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka berada, demi mempertahankan kelangsungan hidup atau dalam mempertahankan hidupnya. Adaptasi juga merupakan suatu kunci konsep dalam 2 versi dari teori sistem, baik secara biological, perilaku, dan sosial. Asumsi dasar adaptasi berkembang dari pemahaman yang bersifat evolusionari yang senantiasa melihat manusia selalu berupaya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan alam sekitarnya, baik secara biologis/genetik maupun secara budaya. Proses adaptasi dalam evolusi melibatkan seleksi genetik dan varian budaya yang dianggap sebagai jalan terbaik untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan.
        Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
a. memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
b. mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
c. mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi.
d. merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Setiap makhluk hidup perlu beradaptasi karena dengan adaptasi makhluk hidup dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Apabila makhluk hidup tidak bisa beradaptasi maka akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan hidupnya. Selain itu, makhluk hidup perlu adaptasi karena adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan mengalami kepunahan atau kelangkaan jenis.
Salah satu penyebab kepunahan makhluk hidup adalah ketidakmampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya, ketika memindahkan seekor ikan yang diambil dari habitat aslinya ke dalam kolam ikan buatan sendiri. Beberapa hari kemudian ikan yang dipelihara mati. Kematian ikan ini disebabkan ikan tersebut tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Maka jelaslah bahwa makhluk hidup yang tidak beradaptasi dengan lingkungannya akan mengalami kepunahan. Setiap jenis organisme mempunyai dan memerlukan lingkungan untuk hidup di tempat tertentu. Lingkungan atau tempat suatu makhluk hidup biasanya disebut dengan habitat.
B. Jenis-Jenis Adaptasi
Ada tiga jenis bentuk adaptasi, yaitu :
1. Adaptasi Morfologi
Untuk dapat bertahan hidup, setiap makhluk hidup harus mempunyai bentuk dan fungsi  tubuh yang paling sesuai dengan kondisi lingkungannya. Dengan adaptasi yang dilakukannya, hewan dapat memperoleh makanan dan mampu  melindungi diri dari musuhnya. Lingkungan hidup yang berbeda menyebabkan adaptasi morfologi yang berbeda pula.
Adaptasi Morfologi pada tumbuhan
Contohnya Tumbuhan yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar air, mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air. Contoh: teratai, kangkung

Adaptasi Morfologi pada hewan :
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.
2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi Fisiologi merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dengan cara melakukan proses fisiologis dalam tubuhnya agar dapat menjaga kelangsungan hidupnya, atau dapat diarikan Adaptasi fisiologi juga merupakan adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu organisme.
Adaptasi Fisiologi pada tumbuhan :
- Bunga bangkai mengeluarkan bau untuk menarik perhatian serangga makanannya. Bunga bangkai mengeluarkan bau tak sedap.
- Tumbuhan insektivora menghasilkan enzim protease sebagai penghancur protein dari tubuhmangsanya. Contohnya : kantung semar.
Adaptasi Fisiologi pada Hewan :
a. Hewan darat
- Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa suhu serta keadaan sekitarnya.
- Cumi-cumi dan gurita menghasilkan zat seperti tinta untuk mengelabuhi pemangsanya.

3. Adaptasi Tingkah Laku
        Adaptasi tingkah laku merupakan tingkah laku makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar tetap bertahan hidup. Beberapa jenis hewan ada yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubah tingkah laku. Cara ini selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari musuh atau pemangsa.
Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan:
- Pohon jati akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan.
- Putri malu mengatupkan daunnya bila disentuh.
- Pada musim kemarau tumbuhan berakar rimpang seperti jahe akan melakukan estivasi dengan cara mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh dipermukaan untuk mengurangi penguapan tanaman jahe melakukan estivasi pada musim kemarau.
Adaptasi tingkah laku pada hewan :
a. Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan menggunakan sengatnya. Sengatnya ini mengandung racun yang dapat membunuh musuhnya. Selain kelajengking, hewan lain yang menggunakan zat racun untuk melindungi dirinya dari serangan musuh adalah, kelabang, lebah, dan ular.
b. Cicak memutuskan ekornya saat ditangkap musuh.
C. Pengertian Kepunahan Spesies
Setiap makhluk hidup pasti akan mati termasuk kita manusia tidak terkecuali hewan dan tumbuhan. Kematian suatu jenis makhluk hidup secara terus menerus yang tidak diimbangi dengan regenarasi generasi penerus / keturunan (berkembang biak) adalah merupakan kepunahan. Punah berarti tidak akan ada lagi makhluk hidup itu selama-lamanya di muka bumi.
Kepunahan dalam biologi hilangnya keberadaan dari sebuah spesies atau sekelompok takson. Waktu kepunahan sebuah spesies ditandai dengan matinya individu terakhir spesies tersebut, walaupun kemampuan untuk berkembang biak tidak ada lagi sebeumnya, tetapi dikarenakan wilayah sebaran sebuah spesies atau takson yang bisa sangat luas, sehingga sangat sulit untuk menentukan waktu kepunahan. Sayangnya, kepunahan yang menimpa puluhan bahkan ratusan spesies hewan dan tumbuhan diseluruh dunia bahkan seleksi alam, dimana yang kuat yang menang. Kepunahan itu lebih karena seleksi buatan manusia, dimana yang tak terjamah tangan manusia yang bisa bertahan hidup. Kepunahan suatu spesies yang menjadi mangsa atau pemangsa dalam suatu ekosistem berdampak pada peningkatan atau penurunan jumlah populasi spesies lain.
Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan, banyaknya spesies yang hilang dapat mempengaruhi kondisi kehidupan manusia. Melebarnya kota-kota lahan pertanian, dan infrastruktur merupakan alas an utama sulitnya menahan kerusakan keanekaragaman hayati. PBB juga melaporkan, saat ini system alami seperti hutan dan lahan basah telah rusak. Proses alami seperti pemurnian dan air juga hilang.
Menurut hasil penelitian globa Species Assessment (GSA) tahun 2004, sekitar 15.589 spesies yang terdiri dari 7.266 spesies satwa dan 8.323 spesies tumbuhan dan lumut kerak. Belum lagi ditambah dengan jenis makhluk hidup lain yang tidak teridentifikasi.
S.L Pimm dalam The Future Of Biodiversity mengemukakan bahwa laju kepunahan spesies saat ini adalah 10 hingga 100 kali lipat dari laju kepunahan alami. Bila tingkat laju kepunahan berlanjut atau terus meningkat, jumlah spesies yang menjadi punah dalam decade berikut bisa berjumlah jutaan.


Adapun hewan yang telah mengalami kepunahan antara lain :
Badak Hitam Afrika Barat (2006).
Badak Hitam Afrika Barat telah dinyatakan punah pada tahun 2006, setelah konservasionis gagal menemukan sisa spesies dalam habitat tersisa terakhir mereka di Kamerun. Badak Hitam Afrika Barat adalah salah satu dari empat subspesies badak.
Penyebab kepunahan: para pemburu memburu badak karena tanduk, yang dipercaya oleh beberapa kalangan di Yaman dan Cina memiliki kekuatan aphrodisiacal.
Harimau Jawa (1979)
Serupa dalam tampilannya dengan Harimau Sumatra, harimau jawa adalah macan asli pulau Jawa Indonesia. Pada tahun 1800-an mereka begitu umum mereka dianggap hama oleh penduduk asli, tapi karena Jawa dikembangkan sebagai pulau hunian,populasi mereka menyusut. Pada tahun 1950-an, hanya tinggal tersisa 20 harimau.
            Penyebab kepunahan: Kehilangan habitat dan pembangunan pertanian mengakibatkan penurunan populasi yang parah. Upaya konservasi di tahun 1940-an dan 50-an tidak berhasil karena kurangnya lahan dan perencanaan yang memadai.
D. Faktor Terjadinya Kepunahan
1. Daya Regenerasi Yang Rendah
Banyak hewan yang butuh waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang biak, biasa memiliki satu anak perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat anak, sulit untuk kawin, anaknya sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa, dan sebagainya. Tumbuhan tertentu pun juga terkadang membutuhkan persyaratan situasi dan kondisi yang langka untuk bisa tumbuh berkembang. Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya regenerasi / memiliki keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara signifikan. Berbeda dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk melakukan regenerasi.
2. Campur Tangan Manusia
Adanya manusia terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat. Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.
3. Bencana Alam Besar
Adanya bencana super dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti bancir, kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.
4. Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang menyebabkan kepunahan.
5. Perkembangan Teknologi
            Semakin maju perkembangan teknologi, banyak cara praktis dan mudah yang dapat dilakukan misalnya dalam bidang pertanian, di gunakan pupuk kimia dan estisida yang semakin tak terkendali. Perkembanga teknologi yang pesat memudahkan seseorang untuk mengeksploitasi keanekaragaman hayati secara berlebihan semakin mudah dilakukan.
E. Upaya Yang Dilakukan Untuk Melestarikan Spesies
            Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian Flora dan Fauna kehidpuan di bumi ini merupakan system ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari system tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan, dan hal yang dapat dilakukan dapalam melestarikannya adalah :
1. Pelestarian Hutan
            Eksploitasi hutan yang terus menerus erlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, malainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.
Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan :
1. Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul
2. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang
3. Menerapkan system tebang pilih dalam menebang pohon
4. Menerapkan system tebang-tanam dalam kegiatan penebangan hutan
5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan menganai pengelolaan hutan
2. Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang laut, pengrusakanhutan bakau, merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara :
1. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.
2. Melakukan pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut.
3. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun laut, karena karang merpakan habitat ikan dan tanaman laut dan melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
3. Mendirikan Suaka Margasatwa atau cagar alam
Suaka Margasatwa adalah suatu perlindunagn yang diberikan kepada hewan atau binatang yang hampir punah. Dan cagar alam sebagai tempat perlindungan hewan maupun tanaman yang hidup didalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan di masa kini dan mendatang.



       
   

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam kehidupan kita tak pernah terlepas dari orang lain, Makhluk hidup perlu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Adaptasi merupakan bentuk penyuasaian yang dilakukan makhluk hidup agar bisa bertahan hidup dalam lingkungannya.
Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu:
Adaptasi morfologi adalah adaptasi yang meliputi bentuk tubuh, Adaptasi Fisiologi adalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh dan Adaptasi Tingkah Laku adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku.
Kepunahan dalam biologi hilangnya keberadaan dari sebuah spesies atau sekelompok takson. Kepunahan suatu spesies yang menjadi mangsa atau pemangsa dalam suatu ekosistem berdampak pada peningkatan atau penurunan jumlah populasi spesies lain. Pertambahan penduduk dan perburuan liar adalah penyebab utama kepunahan suatu suatu spesies, dan merupakan ancaman terbesar dari masalah lingkungan di Indonesia dan bahkan di dunia saat ini.
B. Saran
            Saran dari materi ini yakni kita harus menjaga kelestarian suatu spesies atau lingkungan, jangan pernah untuk selalu memburu mereka dan sediakan habitat bagi mereka dengan tidak merusak suatu habitat. Karena makhluk hidup butuh habitat yang layak untuk beradaptasi dengan lingkungannya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar