KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan atas
kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala yang telah melimpahkan Rahmat dan
Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan tepat pada
waktunya. Makalah ini berjudul “Adaptasi dan Penyebab Kepunahan Spesies”.
Makalah ini penulis buat sebagai salah satu syarat kelulusan pada mata kuliah Keanekaragaman
Makhluk Hidup.
Maksud dan tujuan dibuatnya makalah
ini adalah untuk mengetahui bagaimana ekonomi dalam Islam. Penulis juga
berharap dengan adanya makalah ini para pembaca dapat memahami tentang Adaptasi
dan Kepunahan spesies.
Dalam proses pembuatan makalah ini penulis banyak menemui
kesulitan dalam menjabarkan materi dan penulis menyadari banyaknya kekurangan
dalam penyajiannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang
bersifat membangun demi perbaikan makalah ini kedepan.
Makassar, Maret 2015
Tim
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan kita tak pernah terlepas dari orang
lain, yang mana kita membutuhkan mereka sebagai pelengkap dalam hidup kita,
akan tetapi sebelum kitamengenal siapa mereka dan bagaimana mereka kita harus
bisa beradaptasi dengan merekatelebih dahulu. Individu merupakan organisme
tunggal, tanpa bantuan dari orang lain kita tidak bisa hidup sempurna. Jika
diperhatikan hewan-hewan yang ada di sekitar kita, kita akan melihat bahwa
setiap hewan diciptakan Tuhan dengan unik. Baik mamalia besar seperti gajah,
kerbau, kuda, hingga serangga kecil seperti lebah, kupu-kupu dan belalang diberi
tuhan kemampuan dan bentuk tubuh yang paling sesuai dengan tempat dan cara
hidupnya. Adaptasi merupakan bentuk penyuasaian yang dilakukan makhluk
hidup agar bisa betahan hidup dalam lingkungannya, terlebih lingkungan yang
baru, bukan hanya pada manusia saja tetapi juga pada hewan dan juga tumbuhan,
mereka harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka berada, demi
mempertahankan kelangsungan hidup atau dalam mempertahankan hidupnya.
Salah satu penyebab kepunahan makhluk hidup adalah ketidakmampuan makhluk hidup
untuk beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya, ketika memindahkan seekor ikan
yang diambil dari habitat aslinya ke dalam kolam ikan buatan sendiri. Beberapa
hari kemudian ikan yang dipelihara mati. Kematian ikan ini disebabkan ikan tersebut
tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Maka jelaslah bahwa makhluk
hidup yang tidak beradaptasi dengan lingkungannya akan mengalami kepunahan.
Setiap jenis organisme mempunyai dan memerlukan lingkungan untuk hidup di
tempat tertentu. Lingkungan atau tempat suatu makhluk hidup biasanya disebut
dengan habitat.
B. Rumusan Masalah
Rumusan
Masalah pada makalah ini yaitu:
1. Apa
pengertian dari adaptasi?
2. Jelaskan jenis- jenis adaptasi?
2. Jelaskan jenis- jenis adaptasi?
3. Pengertian
Kepunahan Spesies?
4. Apa penyebab
terjadinya kepunahan spesies?
5. Cara
mengatasi kepunahan spesies
C. Tujuan Penulisan
Tujuan
dari penulisan makalah ini adalah :
1.
Untuk mengetahui pengertian adaptasi
2. Mengetahui
jenis-jenis adaptasi
3. Mengetahui
apa itu kepunahan spesies
4. Untuk
mengetahui penyebab terjadinya kepunahan spesies
5. Untuk
mengetahui cara mengatasi kepunahan spesies
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Adaptasi
Adaptasi
merupakan bentuk penyuasaian yang dilakukan makhluk hidup agar bisa bertahan
hidup dalam lingkungannya, terlebih lingkungan yang baru, bukan hanya pada
manusia saja tetapi juga pada hewan dan juga tumbuhan, mereka harus bisa
beradaptasi dengan lingkungan dimana mereka berada, demi mempertahankan
kelangsungan hidup atau dalam mempertahankan hidupnya. Adaptasi juga merupakan
suatu kunci konsep dalam 2 versi dari teori sistem, baik secara biological,
perilaku, dan sosial. Asumsi dasar adaptasi berkembang dari pemahaman yang
bersifat evolusionari yang senantiasa melihat manusia selalu berupaya untuk
menyesuaikan diri dengan lingkungan alam sekitarnya, baik secara
biologis/genetik maupun secara budaya. Proses adaptasi dalam evolusi melibatkan
seleksi genetik dan varian budaya yang dianggap sebagai jalan terbaik untuk
menyelesaikan permasalahan lingkungan.
Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan
sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap
lingkungannya mampu untuk:
a. memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
b. mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
c. mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi.
d. merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
a. memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
b. mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
c. mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi.
d. merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.
Setiap makhluk hidup perlu beradaptasi karena dengan
adaptasi makhluk hidup dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Apabila
makhluk hidup tidak bisa beradaptasi maka akan mengalami kesulitan dalam
mempertahankan hidupnya. Selain itu, makhluk hidup perlu adaptasi karena
adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya,
sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan mengalami kepunahan atau kelangkaan
jenis.
Salah satu penyebab kepunahan makhluk hidup adalah
ketidakmampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya,
ketika memindahkan seekor ikan yang diambil dari habitat aslinya ke dalam kolam
ikan buatan sendiri. Beberapa hari kemudian ikan yang dipelihara mati. Kematian
ikan ini disebabkan ikan tersebut tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan
barunya. Maka jelaslah bahwa makhluk hidup yang tidak beradaptasi dengan
lingkungannya akan mengalami kepunahan. Setiap jenis organisme mempunyai dan
memerlukan lingkungan untuk hidup di tempat tertentu. Lingkungan atau tempat
suatu makhluk hidup biasanya disebut dengan habitat.
B. Jenis-Jenis Adaptasi
Ada
tiga jenis bentuk adaptasi, yaitu :
1. Adaptasi Morfologi
Untuk dapat bertahan hidup, setiap makhluk hidup
harus mempunyai bentuk dan fungsi tubuh yang paling sesuai dengan kondisi
lingkungannya. Dengan adaptasi yang dilakukannya, hewan dapat memperoleh
makanan dan mampu melindungi diri dari musuhnya. Lingkungan hidup yang
berbeda menyebabkan adaptasi morfologi yang berbeda pula.
Contohnya
Tumbuhan yang sebagian tubuhnya di atas permukaan air dan akarnya tertanam di dasar
air, mempunyai rongga udara dalam batang atau tangkai daun sehingga tidak
tenggelam dalam air dan daun muncul ke permukaan air. Contoh: teratai, kangkung
Adaptasi
Morfologi pada hewan :
Unta
hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Oleh karena itu bentuk
tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian
diri unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki
punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan
hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama.
2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi
Fisiologi merupakan penyesuaian diri makhluk hidup dengan cara melakukan proses
fisiologis dalam tubuhnya agar dapat menjaga kelangsungan hidupnya, atau dapat
diarikan Adaptasi fisiologi juga merupakan adaptasi yang meliputi fungsi
alat-alat tubuh. Adaptasi ini bisa berupa enzim yang dihasilkan suatu
organisme.
Adaptasi
Fisiologi pada tumbuhan :
-
Bunga bangkai mengeluarkan bau untuk menarik perhatian serangga makanannya.
Bunga bangkai mengeluarkan bau tak sedap.
-
Tumbuhan insektivora menghasilkan enzim protease sebagai penghancur protein
dari tubuhmangsanya. Contohnya : kantung semar.
Adaptasi
Fisiologi pada Hewan :
a.
Hewan darat
-
Kulit kadal dapat berubah warna karena pigmen yang dikandungnya. Perubahan
warna ini dipengaruhi oleh faktor dalam berupa hormon dan faktor luar berupa
suhu serta keadaan sekitarnya.
-
Cumi-cumi dan gurita menghasilkan zat seperti tinta untuk mengelabuhi
pemangsanya.
3. Adaptasi Tingkah
Laku
Adaptasi tingkah laku merupakan tingkah laku makhluk hidup untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungannya agar tetap bertahan hidup. Beberapa jenis hewan ada
yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubah tingkah laku.
Cara ini selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari musuh
atau pemangsa.
Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan:
Adaptasi tingkah laku pada tumbuhan:
-
Pohon jati akan menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi
penguapan.
- Putri malu mengatupkan
daunnya bila disentuh.
-
Pada musim kemarau tumbuhan berakar rimpang seperti jahe akan melakukan
estivasi dengan cara mematikan sebagian tubuhnya yang tumbuh dipermukaan untuk
mengurangi penguapan tanaman jahe melakukan estivasi pada musim kemarau.
Adaptasi
tingkah laku pada hewan :
a.
Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan menggunakan sengatnya.
Sengatnya ini mengandung racun yang dapat membunuh musuhnya. Selain
kelajengking, hewan lain yang menggunakan zat racun untuk melindungi dirinya
dari serangan musuh adalah, kelabang, lebah, dan ular.
b.
Cicak memutuskan ekornya saat ditangkap musuh.
C. Pengertian Kepunahan Spesies
Setiap makhluk hidup
pasti akan mati termasuk kita manusia tidak terkecuali hewan dan tumbuhan.
Kematian suatu jenis makhluk hidup secara terus menerus yang tidak diimbangi
dengan regenarasi generasi penerus / keturunan (berkembang biak) adalah merupakan
kepunahan. Punah berarti tidak akan ada lagi makhluk hidup itu selama-lamanya
di muka bumi.
Kepunahan dalam biologi hilangnya keberadaan dari
sebuah spesies atau sekelompok takson. Waktu kepunahan sebuah spesies ditandai
dengan matinya individu terakhir spesies tersebut, walaupun kemampuan untuk
berkembang biak tidak ada lagi sebeumnya, tetapi dikarenakan wilayah sebaran
sebuah spesies atau takson yang bisa sangat luas, sehingga sangat sulit untuk
menentukan waktu kepunahan. Sayangnya, kepunahan yang menimpa puluhan bahkan
ratusan spesies hewan dan tumbuhan diseluruh dunia bahkan seleksi alam, dimana
yang kuat yang menang. Kepunahan itu lebih karena seleksi buatan manusia,
dimana yang tak terjamah tangan manusia yang bisa bertahan hidup. Kepunahan suatu
spesies yang menjadi mangsa atau pemangsa dalam suatu ekosistem berdampak pada
peningkatan atau penurunan jumlah populasi spesies lain.
Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan,
banyaknya spesies yang hilang dapat mempengaruhi kondisi kehidupan manusia.
Melebarnya kota-kota lahan pertanian, dan infrastruktur merupakan alas an utama
sulitnya menahan kerusakan keanekaragaman hayati. PBB juga melaporkan, saat ini
system alami seperti hutan dan lahan basah telah rusak. Proses alami seperti
pemurnian dan air juga hilang.
Menurut hasil penelitian globa Species Assessment
(GSA) tahun 2004, sekitar 15.589 spesies yang terdiri dari 7.266 spesies satwa
dan 8.323 spesies tumbuhan dan lumut kerak. Belum lagi ditambah dengan jenis
makhluk hidup lain yang tidak teridentifikasi.
S.L Pimm dalam The Future Of Biodiversity
mengemukakan bahwa laju kepunahan spesies saat ini adalah 10 hingga 100 kali
lipat dari laju kepunahan alami. Bila tingkat laju kepunahan berlanjut atau
terus meningkat, jumlah spesies yang menjadi punah dalam decade berikut bisa
berjumlah jutaan.
Adapun hewan yang telah mengalami kepunahan antara
lain :
Badak
Hitam Afrika Barat (2006).
Badak Hitam Afrika
Barat telah dinyatakan punah pada tahun 2006, setelah konservasionis gagal
menemukan sisa spesies dalam habitat tersisa terakhir mereka di Kamerun. Badak
Hitam Afrika Barat adalah salah satu dari empat subspesies badak.
Penyebab kepunahan: para pemburu memburu badak karena tanduk, yang dipercaya oleh beberapa kalangan di Yaman dan Cina memiliki kekuatan aphrodisiacal.
Harimau Jawa (1979)
Penyebab kepunahan: para pemburu memburu badak karena tanduk, yang dipercaya oleh beberapa kalangan di Yaman dan Cina memiliki kekuatan aphrodisiacal.
Harimau Jawa (1979)
Serupa dalam
tampilannya dengan Harimau Sumatra, harimau jawa adalah macan asli pulau Jawa
Indonesia. Pada tahun 1800-an mereka begitu umum mereka dianggap hama oleh
penduduk asli, tapi karena Jawa dikembangkan sebagai pulau hunian,populasi
mereka menyusut. Pada tahun 1950-an, hanya tinggal tersisa 20 harimau.
Penyebab kepunahan: Kehilangan habitat dan pembangunan pertanian mengakibatkan penurunan populasi yang parah. Upaya konservasi di tahun 1940-an dan 50-an tidak berhasil karena kurangnya lahan dan perencanaan yang memadai.
D. Faktor Terjadinya Kepunahan
Penyebab kepunahan: Kehilangan habitat dan pembangunan pertanian mengakibatkan penurunan populasi yang parah. Upaya konservasi di tahun 1940-an dan 50-an tidak berhasil karena kurangnya lahan dan perencanaan yang memadai.
D. Faktor Terjadinya Kepunahan
1. Daya Regenerasi Yang Rendah
Banyak hewan yang butuh
waktu lama untuk masuk ke tahap berkembang biak, biasa memiliki satu anak
perkelahiran, butuh waktu lama untuk merawat anak, sulit untuk kawin, anaknya
sulit untuk bertahan hidup hingga dewasa, dan sebagainya. Tumbuhan tertentu pun
juga terkadang membutuhkan persyaratan situasi dan kondisi yang langka untuk
bisa tumbuh berkembang. Hal tersebut menyulitkan spesies yang memiliki daya
regenerasi / memiliki keturunan rendah untuk memperbanyak dirinya secara
signifikan. Berbeda dengan tikus, ayam, lalat, kelinci, dll yang mudah untuk
melakukan regenerasi.
2. Campur Tangan Manusia
Adanya manusia
terkadang menjadi malapetaka bagi keseimbangan makhluk hidup di suatu tempat.
Manusia kadang untuk mendapatkan sesuatu yang berharga rela membunuh secara
membabi buta tanpa memikirkan regenerasi hewan atau tumbuhan tersebut. Gajah
misalnya dibunuhi para pemburu hanya untuk diambil gadingnya, harimau untuk
kulitnya, monyet untuk dijadikan binatang peliharaan, dan lain sebagainya.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.
Perubahan areal hutan menjadi pemukiman, pertanian dan perkebunan juga menjadi salah satu penyebab percepatan kepunahan spesies tertentu. Mungkin di jakarta jaman dulu terdapat banyak spesies lokal, namun seiring terjadinya perubahan banyak spesies itu hilang atau pindah ke daerah wilayah lain yang lebih aman.
3. Bencana Alam Besar
Adanya bencana super
dahsyat seperti tumbukan meteor seperti yang terjadi ketika jaman dinosaurus
memungkinkan banyak spesies yang mati dan punah tanpa ada satu pun yang selamat
untuk meneruskan keturunan di bumi. Sama halnya dengan jika habitat spesies
tertentu yang hidup di lokasi yang sempit terkena bencana besar seperti bancir,
kebakaran, tanah longsor, tsunami, tumbukan meteor, dan lain sebagainya maka
kepunahan mungkin tidak akan terelakkan lagi.
4. Didesak Populasi Lain Yang Kuat
Kompetisi antar
predator seperti macan tutul dengan harimau mampu membuat pesaing yang lemah
akan terdesak ke wilayah lain atau bahkan bisa mati kelaparan secara masal yang
menyebabkan kepunahan.
5. Perkembangan Teknologi
Semakin
maju perkembangan teknologi, banyak cara praktis dan mudah yang dapat dilakukan
misalnya dalam bidang pertanian, di gunakan pupuk kimia dan estisida yang
semakin tak terkendali. Perkembanga teknologi yang pesat memudahkan seseorang
untuk mengeksploitasi keanekaragaman hayati secara berlebihan semakin mudah
dilakukan.
E.
Upaya Yang Dilakukan Untuk Melestarikan Spesies
Upaya
yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian Flora dan Fauna kehidpuan di
bumi ini merupakan system ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan dan
alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari system tersebut akan
mengakibatkan gangguan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kelestarian flora dan
fauna merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan, dan hal yang dapat
dilakukan dapalam melestarikannya adalah :
1. Pelestarian Hutan
Eksploitasi hutan yang terus menerus erlangsung sejak
dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan
kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan
salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan
salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan
penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan
bahan pangan maupun bahan produksi, malainkan juga penghasil oksigen, penahan
lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.
Upaya yang dapat dilakukan
untuk melestarikan hutan :
1. Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul
2. Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang
3. Menerapkan system tebang pilih dalam menebang pohon
4. Menerapkan system tebang-tanam dalam kegiatan penebangan hutan
5. Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar
ketentuan menganai pengelolaan hutan
2. Pelestarian laut dan pantai
Seperti halnya hutan, laut
juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak
disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang laut,
pengrusakanhutan bakau, merupakan kegiatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian
laut dan pantai.
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan
dengan cara :
1. Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau
di areal sekitar pantai.
2. Melakukan pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai
maupun di dasar laut.
3. Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai
maupun laut, karena karang merpakan habitat ikan dan tanaman laut dan melarang
pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.
3. Mendirikan Suaka
Margasatwa atau cagar alam
Suaka
Margasatwa adalah suatu perlindunagn yang diberikan kepada hewan atau binatang
yang hampir punah. Dan cagar alam sebagai tempat perlindungan hewan maupun
tanaman yang hidup didalamnya yang nantinya dapat dipergunakan untuk berbagai
keperluan di masa kini dan mendatang.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam kehidupan kita tak pernah terlepas dari orang
lain, Makhluk hidup perlu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Adaptasi
merupakan bentuk penyuasaian yang dilakukan makhluk hidup agar bisa bertahan
hidup dalam lingkungannya.
Adaptasi terbagi atas tiga jenis yaitu:
Adaptasi morfologi adalah adaptasi yang meliputi bentuk tubuh, Adaptasi Fisiologi adalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh dan Adaptasi Tingkah Laku adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku.
Adaptasi morfologi adalah adaptasi yang meliputi bentuk tubuh, Adaptasi Fisiologi adalah adaptasi yang meliputi fungsi alat-alat tubuh dan Adaptasi Tingkah Laku adalah adaptasi berupa perubahan tingkah laku.
Kepunahan
dalam biologi hilangnya keberadaan dari sebuah spesies atau sekelompok takson.
Kepunahan suatu spesies yang menjadi mangsa atau pemangsa dalam suatu ekosistem
berdampak pada peningkatan atau penurunan jumlah populasi spesies lain.
Pertambahan penduduk dan perburuan liar adalah penyebab utama kepunahan suatu
suatu spesies, dan merupakan ancaman terbesar dari masalah lingkungan di
Indonesia dan bahkan di dunia saat ini.
B. Saran
Saran dari materi ini yakni kita
harus menjaga kelestarian suatu spesies atau lingkungan, jangan pernah untuk
selalu memburu mereka dan sediakan habitat bagi mereka dengan tidak merusak
suatu habitat. Karena makhluk hidup butuh habitat yang layak untuk beradaptasi
dengan lingkungannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar